This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Showing posts with label Tugas Softskill semester 4. Show all posts
Showing posts with label Tugas Softskill semester 4. Show all posts

Wednesday, June 5, 2013

PERILAKU PRODUSEN

Definisi Produsen
Produsen adalah orang yang memproduksi barang dan Jasa. Sektor .ini bisa merupakan usaha perorangan, perusahaan, badan usaha atau organisasi bisnis.Pembahasan mengenai perilaku produsen selalu berkaitan dengan kegiatan produksi.
Definisi Produksi
Yang dimaksud dengan produksi adalah suatu proses merubah kombinasi berbagai input menjadi output. Pengertian produksi tidak hanya terbatas pada proses pembuatan saja, tetapi juga penyimpanan, distribusi, pengangkutan, pengemasan kembali hingga pemasarannya. Istilah produksi berlaku untuk barang maupun jasa.
Tujuan produsen
Tujuan produsen dalam melakukan produksi tidak lain dan tidak bukan untuk mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya dengan pengeluaran yang serendah-rendahnya. Ini sesuai dengan hukum ekonomi.
Masalah pokok produsen
Dalam melakukan kegiatan produksi, produsen seringkali mengalami beberapa masalah baik itu masalah besar maupun yang kecil. Secara singkat, ada 2 jenis permasalahan poko yang ada dalam proses produksi
1     Berapa output yang harus diproduksi
Ini berkaitan dengan jumlah barang atau jasa yang harus diproduksi. Dan prodsen harus memikirkan apakah harus menambah atau mengurangi jumlah barang atau jasa yang akan diproduksinya. Ini akan mempengaruhi berapa pendapatan yang diterima oleh produsen
2     Bagaimana mengkombinasikan berbagai input (faktor produksi)
Ini berkaitan dengan jumlah faktor-faktor produksi yaitu hal-hal yang berkaitan dengan produksi barang secara langsung seperti bahan baku, mesin, dan pekerja. Di sini  kita perlu mengkombinasikan faktor-faktor produksi tersebut agar adanya efisiensi dalam memproduksi barang atau jasa.
Definisi Faktor-Faktor Produksi
Yang dimaksud dengan faktor-faktor produksi adalah barang atau jasa yang digunakan dalam proses produksi. Selain disebut Faktor-faktor produksi, biasanya dapat disebut juga input. Faktor-faktor produksi ini sangat penting dalam suatu proses produksi.
Produk yang dihasilkan dan kegiatan produksi disebut dengan output. Output yang dihasilkan dapat berupa barang ataupun jasa.
Faktor produksi adalah barang atau jasa yang digunakan dalam proses produksi, yakni:
·         Tanah
Tanah dalam proses produksi merupakan tempat dimana proses produksi tersebut itu berjalan.
·         Modal / kapital
Modal dalam proses produksi ini berguna untuk awalan dalam membuat suatu produksi. Modal ini biasanya berupa uang untuk membeli bahan baku dan membayar hal-hal yang terjadi dalam proses produksi
·         Manusia / tenaga kerja
Tenaga kerja berupa manusia yang mengerjakan proses produksi. Biasanya harus membayar sejumlah uang (upah) dalam memperkerjakan seseorang dalam proses produksi ini.
·         Entrepreneurship / kemampuan manajerial:
Suatu skill / keahlian yang dimiliki oleh individu dalam mengkombinasikan sumber daya untuk menghasilkan suatu produk dengan cara yang efisien baik produk baru maupun produk yang sudah ada.
·         Teknologi
Biasanya berkaitan dengan mesin-mesin produksi yang dijalankan dalam suatu perusahaan. Bisa juga dalam sistem dalam manajerial suatu perusahaan.
Klasifikasi Faktor-Faktor Produksi
·         Faktor-Faktor Produksi tetap
Input yang tidak dapat diubah jumlahnya dalam waktu tertentu.
·         Faktor-Faktor Produksi variabel
Input yang dapat diubah dengan cepat dalam jangka pendek.
Keputusan-keputusan Dalam Penentuan Faktor-Faktor Produksi
Keputusan-keputusan yang diambil oleh produsen berkaitan dengan penentuan penggunaan input dibagi ke dalam 2 jangka waktu:
·         Jangka pendek
Adalah kondisi dimana minimal terdapat satu input yang bersifat tetap jumlahnya.Input yang berubah dalam jangka pendek disebut input variabel.
Misalkan sebuah perusahaan ingin tetap berusaha barang tertentu tetapi mengalami kerugian. Perusahaan bisa saja merubah salah satu faktor produksi, misalkan tenaga kerja agar terjadi efisiensi dalam perusahaan.
·         Jangka panjang
Adalah periode waktu dimana semua input berubah. Dalam jangka panjang semua input adalah input variabel.
Misalkan perusahaan tersebut merubah semua jenis usahanya yang ada. Mau tidak mau semua factor produksi harus mengalami perubahan
Sumber



Thursday, April 11, 2013

Perilaku dan surplus konsumen serta elastisitas harga

Perilaku dan surplus konsumen serta elastisitas harga
Perilaku konsumen adalah proses dan aktivitas ketika seseorang berhubungan dengan pencarian, pemilihan, pembelian, penggunaan, serta pengevaluasian produk dan jasa demi memenuhi kebutuhan dan keinginan. Perilaku konsumen merupakan hal-hal yang mendasari konsumen untuk membuat keputusan pembelian. Untuk barang berharga jual rendah (low-involvement) proses pengambilan keputusan dilakukan dengan mudah, sedangkan untuk barang berharga jual tinggi (high-involvement) proses pengambilan keputusan dilakukan dengan pertimbangan yang matang
Terdapat tiga pendekatan utama dalam meneliti perilaku konsumen.Pendekatan pertama adalah pendekatan interpretif. Pendekatan ini menggali secara mendalam perilaku konsumsi dan hal yang mendasarinya. Studi dilakukan dengan melalui wawancara panjang dan focus group discussion untuk memahami apa makna sebuah produk dan jasa bagi konsumen dan apa yang dirasakan dan dialami konsumen ketika membeli dan menggunakannya.
Pendekatan ke dua adalah pendekatan tradisional yang didasari pada teori dan metode dari ilmu psikologi kognitif, sosial, dan behaviorial serta dari ilmu sosiologi. Pendekatan ini bertujuan mengembangkan teori dan metode untuk menjelaskan perilaku dan pembuatan keputusan konsumen. Studi dilakukan melalui eksperimen dan survei untuk menguji coba teori dan mencari pemahaman tentang bagaimana seorang konsumen memproses informasi, membuat keputusan, serta pengaruh lingkungan sosial terhadap perilaku konsumen.
Pendekatan ke tiga disebut sebagai sains pemasaran yang didasari pada teori dan metode dari ilmu ekonomi dan statistika.Pendekatan ini dilakukan dengan mengembangkan dan menguji coba model matematika berdasarkan hierarki kebutuhan manusia menurut Abraham Maslow untuk memprediksi pengaruh strategi marketing terhadap pilihan dan pola konsumsi, yang dikenal dengan sebutan moving rate analysis.
Ketiga pendekatan sama-sama memiliki nilai dan tinggi dan memberikan pemahaman atas perilaku konsumen dan strategi marketing dari sudut pandang dan tingkatan analisis yang berbeda. Sebuah perusahaan dapat saja menggunakan salah satu atau seluruh pendekatan, tergantung permasalahan yang dihadapi perusahaan tersebut.
Teori nilai guna dapat pula menerangkan tentang wujudnya kelebihan kepuasan yang dinikmati oleh para konsumen. Kelebihan kepuasan ini, dalam analisis ekonomi, dikenal sebagai surplus konsumen. Surplus konsumen pada hakikatnya berarti perbedaan diantara kepuasan yang diperoleh seseorang didalam mengkonsumsikan sejumlah barang dengan pembayaran yang harus dibuat untuk memperoleh barang tersebut. Kepuasan yang diperoleh selalu lebih besar daripada pembayaran yang dibuat.
Elastisitas harga adalah tingkat kepekaan relatif dari jumlah yang diminta konsumen, akibat adanay perubahan tingkat barang. Dengan kata lain elastisitas harga adalah perubahan proporsional dari sejumlah barang yang diminta dibagi dengan perubahan proporsional dari harga

Sumber :


Sunday, March 24, 2013

Pengertian, Masalah Pokok Ekonomi dan Sistem Perekonomian


Pengertian, Masalah Pokok Ekonomi dan Sistem Perekonomian
DEFINISI DAN METOLOGI EKONOMI
Ekonomi  merupakan salah satu ilmu sosial yang mempelajari aktivitas manusia yang berhubungan dengan produksi, distribusi, pertukaran, dan konsumsi barang dan jasa. Istilah “ekonomi” sendiri berasal dari kata Yunani οκος (oikos) yang berarti “keluarga, rumah tangga” dan νόμος (nomos), atau “peraturan, aturan, hukum,” dan secara garis besar diartikan sebagai “aturan rumah tangga” atau “manajemen rumah tangga.” Sementara yang dimaksud dengan ahli ekonomi atau ekonom adalah orang menggunakan konsep ekonomi dan data dalam bekerja.
Metodologi, sering disebut sebagai The queen of social sciences, ilmu ekonomi telah mengembangkan serangkaian metode kuantitatif untuk menganalisis fenomena ekonomi. Jan Tinbergen pada masa setelah Perang Dunia II merupakan salah satu pelopor utama ilmu ekonometri, yang mengkombinasikan matematika, statistik, dan teori ekonomi. Kubu lain dari metode kuantitatif dalam ilmu ekonomi adalah model General equilibrium (keseimbangan umum), yang menggunakan konsep aliran uang dalam masyarakat, dari satu agen ekonomi ke agen yang lain. Dua metode kuantitatif ini kemudian berkembang pesat hingga hampir semua makalah ekonomi sekarang menggunakan salah satu dari keduanya dalam analisisnya. Di lain pihak, metode kualitatif juga sama berkembangnya terutama didorong oleh keterbatasan metode kuantitatif dalam menjelaskan perilaku agen yang berubah-ubah.
MASALAH POKOK EKONOMI DAN PENGARUH MEKANISME HARGA
Dalam memenuhi kebutuhannya, manusia dihadapkan pada berbagai masalah. Hal ini dimungkinkan karena jumlah dan macam kebutuhan manusia tidak terbatas. Masalah pokok ekonomi yang dihadapi manusia dibedakan menjadi dua macam, yaitu masalah bagi produsen dan konsumen
Masalah ekonomi bagi produsen
Berikut masalah ekonomi yang harus dihadapi oleh produsen :
a. Barang apa yang harus diproduksi (what)
b. Bagaimana barang tersebut diproduksi (why
c. Untuk siapa barang tersebut diproduksi (what for)
Masalah ekonomi yang dihadapi konsumen
Masalah pokok yang dihadapi konsumen adalah terbatasya alat pemuas, padahal kebutuhan manusia tidak terbatas. Agar konsumen dapat memenuhi berbagai kebutuhannya maka konsumen akan menyusun skala prioritas. Adapun hal-hal yang mempengaruhi skala prioritas adalah tingkat pendapatan atau penghasilan, kedudukan seseorang, dan faktor lingkungan.
Pengaruh mekanisme harga
Krisis finansial global yang terjadi sejak akhir tahun 2007 telah menyebabkan perlambatan ekonomi global secara bertahap. Diperkirakan daya beli masyarakat menurun. Banyak pihak mengatakan bahwa krisis hanya terjadi pada negara maju seperti Amerika Serikat dan Uni Eropa. Namun perlu diingat bahwa sebagian besar negara yang kekuatan pasarnya sedang tumbuh (energing market) menguasai 60% pangsa pasar ekspor ke Amerika Serikat dan negara-negara maju. Karena itu, jika terjadi penurunan permintaan, pasti akan berdampak terhadap permintaan barang-barang dari negara-negara yang sedang tumbuh (emerging countries). Tentu hal ini akan berakibat pada menurunnya kinerja berbagai sektor usaha, khususnya industri. Harapan untuk segera terlepas dari himpitan krisis ekonomi yang terjadi sejak akhir tahun 2007 nampaknya bukan merupakan sesuatu yang berlebihan. Hal ini dapat dilihat dari beberapa indikator ekonomi, seperti tingkat suku bunga perbankan yang terus menurun, menyesuaikan suku bunga SBI, inflasi yang semakin terkendali serta transaksi di bursa efek yang semakin bergairah. Kondisi tersebut setidaknya dapat ditangkap sebagai sinyal bahwa Indonesia sudah mulai memasuki tahap recovery atau kebangkitan. Memang masih banyak faktor lain yang mempengaruhi dan sekaligus menentukan tingkat prosentase pemulihan ekonomi dan tingkat suku bunga bank, inflasi serta kondisi bursa efek pada umumnya dapat dijadikan sebagai barometer.
SISTEM PEREKONOMIAN
Sistem Ekonomi Tradisional
Merupakan suatu sistem ekonomi yang masih menggunakan faktor-faktor produksi dengan pola tradisional atau adat kebiasaan yang tergantung pada faktor alam. Mtoivasi kegiatan ekonominya, yaitu untuk memenuhi kebutuhan bersama.
Sistem Ekonomi Pasar
adalah suatu sisten ekonomi yang sebagian besar barang-barang kapital baik yang buatan manusia maupun buatan alam yang dimiliki swasta. Proses produksi, distribusi, dan konsumsinya dilaksanakan dalam rangka mencari laba yang sebesar-besarnya oleh pemilik.
Sistem Ekonomi Terpusat
Suatu sistem ekonomi yang seluruh kebijakan perekonomiannya ditentukan oleh pemerintah. Motivasi kegiatan ekonomi nya adalah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat secara keseluruhan dan untuk kemakmuran negara.
Sistem Ekonomi Campuran
Merupakan sistem ekonomi hasil dari perpaduan dari sistem ekonmi pasar dengan sistem ekonomi terpusat sehingga kelemahan-kelemahan yang ada pada kedua sistem tersebut dapat diatasi. Pada sistem ekonomi ini ada kebebasan bagi perseorangan dan swasta untuk ikut dalam kegiatan ekonomi.
Sistem Ekonomi Indonesia
Dikenal sebagai Demokrasi Ekonomi merupakan Sistem Ekonomi yang dijalankan oleh Indonesia. Pda sistem ini, kegiatan produksi dilakukan oleh semua, untuk semua, dan dibawah pimpinan atau kepemilikan oleh anggota-anggota masyarakat. Motivasi kegiatan ekonominya dalah untuk kemakmuran masyarakat dengan memenuhi kebutuhannya dan mengembangkan keselarasan, keserasian serta keseimbangan antara kepentingan individu dan kepentingan masyarakat.
Faktor-faktor yang mempengaruhi terbentuknya sistem ekonomi Indonesia adalah sebagai berikut:
Faktor intern antara lain : Lembaga ekonomi, sumber daya ekonomi, faktor produksi yang  dimiliki, ligkungan ekonomi, Organisasi dan manajemen.
Faktor Ekstern antara lain : Falsafah Pancasila, Landasan Konstitusional UUD 1945, GBHN, Keadaan kondisi politik, kepastian hukum, masyarakat dalam arti luas, dan pemerintah.